MK.
AGRIBISNIS PETERNAKAN
Nama :
Meilinda Sari
NIM :
160321100007
Kelas
: AGRIPET – B
Perkuliahan
Tanggal 05.04.2019 ( 10.40-12.20)
Pertemuan
ke _7
Manajemen
Pengelolaan Resiko dan Analisis Kelayakan usaha
Ø PENGERTIAN
RISIKO
·
Risiko (Arthur & Richard, M.H) adalah
suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu.
·
Risiko (Soekarto) adalah ketidakpastian atas
terjadinya suatu peristiwa.
·
Risiko (Herman Darmawi) adalah probabilitas
sesuatu hasil/outcome yang berbeda dengan yang diharapkan.
Ø KETIDAKPASTIAN
·
Risiko timbul karena ada ketidakpastian.
·
Kondisi yang tidak pasti karena beberapa
sebab:
q Tenggang
waktu antara perencana suatu kegiatan
sampai akhir kegiatan.
q Keterbatasan
informasi
q Keterbatasan
pengetahuan /kemampuan /teknik pengambilan keputusan
Ø Ketidakpastian
dapat diklasifikasikan ke dalam
·
Ketidakpastian ekonomi: kejadian yg timbul
akibat perilaku dari pelaku ekonomi, contoh: perubahan sikap konsumen,
perubahan teknologi
·
Ketidakpastian alam: ketidakpastian karena
alam, contoh: badai, banjir, gempa, kebakaran.
·
Ketidakpastian manusia: ketidakpastian oleh
karena manusia, contoh: perang, pembunuhan, pencurian
Ø MACAM
RISIKO MENURUT SIFATNYA
·
Risiko murni adalah risiko yg apabila terjadi
tentu menimbulkan kerugian & tanpa disengaja, misalnya: kebakaran, bencana
alam, pencurian
·
Risiko spekulatif adalah risiko yang sengaja
ditimbulkan oleh yang bersangkutan, agar terjadi ketidakpastian memberikan
keuntungan kepadanya, misalnya: risiko hutang piutang, perjudian
·
Risiko fundamental adalah risiko yang
penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang & yg menderita tidak
hanya satu misalnya: banjir, angin topan
· Risiko
khusus adalah risiko yang bersumber pada peristiwa mandiri & umumnya mudah
diketahui penyebabnya, misalnya: kapal kandas, peswat jatuh
· Risiko
dinamis adalah risiko yang timbul karena kemajuan masyarakat dibidang ekonomi,
ilmu & teknologi. Kebalikannya Risiko statis seperti hari tua, risiko
kematian
Ø DAPAT
TIDAKNYA RISIKO DIALIHKAN
·
Risiko yang dapat dialihkan kepada pihak
lain, dengan mempertanggungkan suatu objek yang akan terkena risiko kepada
perusahaan asuransi
·
Risiko yang tidak dapat dialihkan kepada
pihak lain, umumnya semua jenis risiko spekulatif
Ø MENURUT
SUMBER/PENYEBAB TIMBULNYA
·
Risiko intern yaitu risiko yang berasal dari
dalam perusahaan sendiri, seperti kecelakaan kerja, mismanajemen
·
Risiko ekstern yaitu risiko yang berasal luar
perusahaan , seperti risiko pencurian, persaingan.
Ø MANAJEMEN
RISIKO
·
Suatu proses mengidentifikasi, mengukur
risiko serta membentuk strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang
tersedia
·
Manajemen risiko mencakup kegiatan
merencanakan, mengorganisir, menyusun, memimpin dan mengawasi/mengevaluasi
program penanggulangan risiko.
Ø TAHAP-TAHAP
DALAM MANAJEMEN RISIKO
·
Identifikasi risiko
·
Analisis risiko
·
Pengelolaan risiko
·
Implementasi manajemen risiko
·
Monitoring
Ø IDENTIFIKASI
RISIKO
·
Proses ini meliputi identifikasi resiko yang
mungkin terjadi dalam suatu aktivitas usaha.
·
Identifikasi resiko secara akurat dan komplet
sangatlah vital dalam manajemen resiko.
·
Salah satu aspek penting dalam identifikasi
resiko adalah mendaftar resiko yang mungkin terjadi sebanyak mungkin.
·
Teknik teknik yang dapat digunakan dalam
identifikasi resiko antara lain Brainstorming, Survei, Wawancara, Informasi
historis, Kelompok kerja dll
Ø ANALISIS
RISIKO
·
Stlh melakukan identifikasi resiko m/ tahap berikutnya
ad pengukuran resiko dgn cara melihat potensial terjadinya seberapa besar
severity kerusakan & probabilitas terjdnya risiko.
·
Penentuan probabilitas terjdnya suatu event
sangatlah subyektif & berdasarkan nalar/ pengalaman. Beberapa
risiko memang mdh u/ diukur namun sangatlah sulit untuk memastikan probabilitas
suatu kejadian yg sgt jarang terjadi.
·
Shg pd tahap ini sangatlah penting u/
menentukan dugaan yg terbaik agar nantinya kita dapat memprioritaskan dengan
baik dalam implementasi perencanaan manajemen resiko
Ø PENGELOLAAN
RISIKO
Beberapa jenis cara mengelola resiko
·
Risk avoidance
Yaitu memutuskan untuk tidak
melakukan aktivitas yang mengandung resiko sama sekali. Dalam memutuskan untuk
melakukannya maka harus dipertimbangkan potensial keuntungan dan potensial
kerugian yang dihasilkan oleh suatu aktivitas
·
Risk reduction
Disebut juga risk mitigation
yaitu mrpk metode yg mengurangi kemungkinan terjadinya suatu risiko/pun
mengurangi dampak kerusakan yang dihasilkan oleh suatu risiko
·
Risk transfer
Yaitu memindahkan resiko
kepada pihak lain, umumnya melalui suatu kontrak asuransi maupun hedging
·
Risk deferral
Dampak suatu resiko tidak
selalu konstan. Risk deferral meliputi menunda aspek suatu proyek hingga saat
dimana probabilitas terjadinya resiko tersebut kecil
·
Risk retention
Walaupun risiko tertentu
dapat dihilangkan dengan cara mengurangi maupun mentransfernya namun beberapa
resiko harus tetap diterima sebagai bagian penting dari aktivitas
Ø Kerangka
Kerja Manajemen Risiko
Proses
manajemen risiko yang akan dilakukan oleh para manajer diletakkan dalam suatu
kerangka kerja agar berjalan efektif
o
Memahami rantai risiko; melakukan analisa
lingkungan untuk menetapkan konteks yang ada hubungannya dengan risiko, seperti
masalah politik, ekonomi, sosial dan budaya
o
Menetapkan atau mengkaji toleransi risiko,
posisi dan perilaku para stakeholder
o
Memahami peristiwa yang pernah diambil
perusahaan yang dapat merugikan
o
Melakukan penilaiaan atas risiko dan
pengendalian yang ada
o
Menyusun tanggapan atas risiko yang ada
o
Menetapkan aktifitas pengendalian
o
Mengkomunikasikan risiko dan manajemen risiko
o
Melakukan pemantauan terhadap risiko dan
pengelolaannya
Ø Budaya Manajemen Risiko
·
Keberhasilan mengkomunikasikan dan
mengintegrasikan manajemen risiko dalam sebuah organisasi tidak terletak pada
tekniknya akan tetapi tergantung pada manusia pengambil dan pengelola risiko
tersebut
·
Ada banyak pegawai, banyak karakter, sikap
(attitude) dan keterampilan yang berbeda dalam bank menuntut adanya budaya
organisasi dimana setiap orang harus menjadi manajer risiko karena setiap
pegawai bertanggung jawab atas kegiatan dan hasil kerjanya
·
Pengembangan budaya manajemen risiko jauh
lebih penting dibandingkan membangun sebuah kebijakan dan prosedur yang paling
komplit karena pengelolaan risiko harus di implantasikan kepada setiap orang
dari jenjang paling bawah sampai pada jenjang paling atas
Ø Langkah untuk membangun budaya risiko:
·
Membentuk Satuan Kerja Manajemen Risiko
sebagai pusat untuk membangun dan menyebarluaskan kebijakan dan prosedur risiko
keseluruh jenjang organisasi
·
Menyusun manual kode etik
·
Merekrut pegawai yang memiliki sikap yang
baik untuk memberikan pelayanan yang terbaik
·
Menjadikan manajemen risiko sebagai syarat
untuk menduduki semua posisi manajemen
·
Menerapkan sanksi bagi pelaksana atau
pengambil risiko
·
Memberikan insentif guna mendorong pegawai
mengelola risiko dengan baik
·
Menerapkan seperangkan aturan agar pegawai
tidak berani mengambil risiko yang berlebihan
·
Memasukkan penilaian kinerja mengelola risiko
kedalam proses penilaian kinerja pegawai
·