MK. AGRIBISNIS PETERNAKAN
Nama :
Meilinda Sari
NIM :
160321100007
Kelas
: AGRIPET – B
Perkuliahan Tanggal 28.03.2019
( 10.40-12.20)
Pertemuan ke _6
PEMASARAN
DAN DISTRIBUSI PRODUK PETERNKAN
Ø DEFINISI
TATA NIAGA
• produksi
adalah
suatu proses pembuatan barang atau jasa
• konsumsi adalah suatu
proses penggunaan dari barang atau jasa tersebut
• Tata
niaga berada di antara faktor produksi dan konsumsi yang
merupakan penghubung kedua faktor tersebut
Ø Tahap perkembangan ekonomi Menurut
Fredrich List ditinjau dari historis masyarakat:
•
Tahap Savagery
Tahap
dimana manusia melakukan perburuan atau pengumpulan barang yang terdapat di alam.
Misal: perburuan binatang dan penebangan pohon di hutan.
•
Tahap Postural Life
Tahap
dimana manusia melakukan pengumpulan barang dengan berburu secara pasif
dan juga mulai melakukan usaha memproduksi tanaman pangan seperti umbi-umbian.
•
Tahap Agriculture
Tahap
dimana manusia sudah melakukan kegiatan memproduksi dan memelihara bahan pangan.
•
Tahap Agriculture dan Manufacture
Tahap dimana manusia sudah melakukan kegiatan
atau usaha bidang pertanian dan usaha bidang industri.
•
Tahap Agriculture, Manufacture,
dan Trade
Selain adanya perkembangan usaha-usaha di
bidang pertanian dan industri, maka berkembang kegiatan perdagangan.
Ø Menurut Hildebrant, ditinjau dari daerah
hubungan kegiatan ekonomi :
•
Tahap Barter Economy atau perekonomian
natura.
Pada tahap ini kegiatan ekonomi yang
dilakukan adalah tukar menukar (barter) atas kepemilikan barang yang satu
dengan barang yang lainnya.
•
Tahap Money Economy atau perekonomian
memakai uang.
Pada
tahap ini pertukaran yang dilakukan dengan cara menukar barang dengan suatu nilai tertentu
yang sudah disetarakan dalam bentuk nilai uang.
•
Tahap Credit Economic atau
perekonomian kredit.
Pada tahap ini selain sudah dilakukan
pertukaran barang dengan suatu nilai dalam bentuk uang, juga sudah adanya
kegiatan kelembagaan keuangan.
Ø Menurut Karl Bucher, ditinjau dari jarak
yang ditempuh barang dari titik konsumen ke titik produsen :
•
Tahap Independent Domestic Economy
Tahap dimana terdapat usaha produksi untuk
keperluan sendiri dan tidak terdapat tukar menukar barang.
•
Tahap Town Economy
Tahap
dimana terdapat usaha
produksi dan pertukaran
barang dagangan antara produsen dan konsumen.
•
Tahap National Economy
Tahap dimana terdapat usaha produksi dan
pertukaran barang secara besar-besaran dan tersebar secara luas.
Ø Secara Umum ada dua tahap perkembangan
yaitu:
•
Tahap Domestic Economy
Tahap dimana terdapat kegiatan memproduksi
barang untuk keperluan sendiri dan tidak terjadi pertukaran. Kegiatan ekonomi
antara produsen dan konsumen tidak dapat dibedakan, artinya proses produksi
dengan proses konsumsi bersatu.
•
Tahap Market Economy
Tahap dimana terdapat kegiatan memproduksi
dan terjadi pertukaran barang. Pada tahap ini terlihat pula kegiatan produksi
dengan kegiatan konsumsi.
Ø AKTIVITAS
EKONOMIK :
Definisi
tata niaga dalam arti luas adalah gugus dari komponen aktivitas tingkah laku
dan ekonomik. Komponen-komponen tersebut mengkoordi- nasikan aktivitas ekonomik dari
setiap tingkatan perlakuan mulai dari produsen sampai dengan konsumen. Dengan
demikian, pada setiap tingkatan terdapat mata rantai yang akan mengalirkan
barang atau jasa dari titik produsen sampai ke titik konsumen.
a) Produksi
(Production)
Kegiatan produksi peternakan
dilakukan oleh peternak yang memelihara ternak. Lokasi peternakan tidak berada
satu wilayah tetapi dapat tersebar di mana-mana. Skala ternak yang
dipeliharanya bervariasi dari mulai jumlah sedikit sampai banyak. Jenis ternak
yang dipelihara pun beragam. Demikian juga waktu pasca atau penjualan ternaknya
tidak sama.
b) Pengumpulan
(Assembly)
Aktivitas atau kegiatan
pengumpulan dilakukan oleh perorangan ataupun lembaga sebagai
badan usaha. Belantik
ataupun Patok (istilah
di Jawa Tengah dan Jawa Timur),
bertindak sebagai pengumpul sapi potong dari peternak yang menjual sapinya.
Belantik membawa sapi ke pasar hewan tingkat desa atau kecamatan. Kemudian
dilakukan pengumpulan oleh pedagang pengumpul di tingkat kabupaten
c) Pemrosesan
(Processing)
Adanya perkembangan
teknologi hasil pertanian
ataupun peternakan serta perkembangan
waktu dan selera konsumen menyebabkan terjadinya perkembangan dalam industri
pemrosesan hasil pertanian atau peternakan. Selain dalam bentuk daging sapi
segar, saat ini kita dapat memperoleh daging sapi dalam bentuk beku. Daging
sapi beku dipotong sesuai potongan standar seperti daging has (sirloin),
daging lamusin (caberoll), dan daging iga (rib meat), sehingga
dapat disesuaikan dengan jenis olahan yang akan dibuat.
d) Pedagang
Besar (Whole Selling)
Hasil-hasil industri
pengolahan produk peternakan dari industri pengolahan biasanya ditangani lebih
lanjut oleh pedagang besar (whole selling). Pedagang besar
mendistribusikan produk hasil peternakan kepada subdistributor ataupun agen
sebagai grosir. Cakupan jaringan distribusi dapat berupa skala regional ataupun
nasional.
e) Pengecer
(Retailing)
Subdistributor, agen ataupun
grosir mendistribusikan produk peternakan ke
pengecer. Saat ini di kota-kota
besar berkembang kegiatan
tingkat pengecer yang modern, seperti supermarket dan hypermarket
yang cukup bersaing dengan para pedagang pengecer tradisional karena
memiliki sarana dan fasilitas yang lebih baik dan modern.
f) Konsumsi
(Consumption)
Konsumen adalah perorangan
atau kelompok orang yang akan menggunakan produk yang dihasilkan. Ada beberapa
penggolongan konsumen, yaitu:
•
Konsumen langsung dan konsumen tidak
langsung;
•
Konsumen rumah tangga dan konsumen lembaga;
•
Konsumen akhir dan konsumen dengan perantara.
Ø MATA
RANTAI TATA NIAGA
Mata
rantai tata niaga merupakan saluran tata niaga yang akan menjembatani
penyaluran barang/jasa dari mulai produksi sampai ke konsumen. Saluran tata
niaga pertanian/peternakan bersifat unik/spesifik (uniqueness)
dibandingkan saluran tata niaga non pertanian (industri/ pabrikan/manufaktur)
karena produk pertanian mempunyai sifat yang unik juga seperti mudah rusak (perisable),
mudah busuk, voluminous, dan bulky.
Ø MANFAAT
TATA NIAGA
a) Manfaat
Tata Niaga bagi Produsen
• merencanakan pembelian
sarana produksi peternakan
(sapronak) sehingga memperoleh
kemudahan dan keuntungan dengan mengikuti sistem tata niaga tersebut;
• mengarahkan produksi
dan penjualan hasil
produknya sehingga mendapat
keuntungan yang layak dari kesempatan peran tersebut;
• merencanakan
investasi dan mengambil keputusan dalam usahanya.
b) Manfaat
Tata Niaga bagi Lembaga Niaga Perantara
• Merencanakan dan
menentukan tempat serta
waktu pembelian atau penjualan produk yang diperdagangkannya.
• Menentukan
kebijakan dalam pembiayaan perkreditan untuk modal kerja atau investasi.
• Memperlancar proses
tata niaga, misalnya
memenuhi permintaan konsumen
dalam waktu, tempat, jumlah, dan kualitas serta harga yang sesuai.
c) Manfaat
Tata Niaga bagi Konsumen
memilih
dan menentukan pembelian sejumlah produk
berdasarkan jenis/macam, kualitas
produk, tempat pembelian, harga dan waktu yang diinginkan konsumen.
d) Manfaat
Tata Niaga bagi Pemerintah
• merencanakan
program pengembangan produksi;
• mengimplementasikan
program peningkatan produksi;
• merumuskan
kebijakan harga;
• melakukan
proyeksi permintaan dan penawaran
suatu perkembangan harga.
Ø Macam macam pasar
a.
Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna disebut juga pasar persaingan
murni adalah pasar di mana terdapat banyak penjual dan pembeli dan mereka sudah
sama-sama mengetahui keadaan pasar.
Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna :
Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna :
·
Jumlah penjual dan pembeli yang
banyak
·
Produk yang di perdagangkan sama
atau bisa di bilang homogen.
·
Pemerintah tidak ikut campur tangan
dalam proses pembentukan harga.
·
Harga di tentukan mekanisme pasar
permintaan dan penawaran
·
Posisi tawar konsumen kuat
·
Sensitif pada perubahan harga
·
Sulit mendapatkan keuntungan lebih /
diatas rata-rata.
b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Pasar persaingan tidak sempurna adalah kebalikan dari pasar persaingan sempurna yaitu pasar yang terdiri atas sedikit penjual dan banyak pembeli. Pada pasar ini penjual dapat menentukan harga barang. Barang yang diperjualbelikan jenisnya heterogen (berbagai jenis barang). Pasar persaingan tidak sempurna mempunyai beberapa bentuk pasar. Pasar persaingan tidak sempurna terdiri atas pasar monopoli, oligopoli, dan pasar persaingan monopolistik.
1) Pasar Monopoli
Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana hanya ada satu penjual/produsen yang berhadapan dengan banyak pembeli atau konsumen.
Pasar monopoli memiliki ciri-ciri:
·
Hanya ada satu produsen yang
menguasai penawaran
·
Tidak ada barang
substitusi/pengganti yang mirip
·
Produsen memiliki kekuatan
menentukan harga
·
Tidak ada pengusaha lain yang bisa
memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berupa keunggulan perusahaan
Contoh
: PT Pertamina (persero), PT Perusahaan Listrik Negara (persero), dan PT Kereta
Api (persero).
b. Pasar Oligopoli
Pasar
oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas beberapa penjual untuk suatu
barang tertentu, sehingga antara penjual yang satu dengan yang lainnya bisa
memengaruhi harga. Contoh: perusahaan menjual mobil dan sepeda motor, perusahaan
rokok, industri telekomunikasi, dan perusahaan semen
Pasar Oligopoli memiliki ciri-ciri :
Pasar Oligopoli memiliki ciri-ciri :
·
Terdapat beberapa penjual/produsen
yang menguasai pasar.
·
Barang yang diperjual-belikan dapat
homogen dan dapat pula berbeda corak
·
Terdapat hambatan masuk yang cukup
kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar
c. Pasar Monopolistik
Pasar persaingan monopolistis adalah pasar dengan banyak penjual yang menghasilkan barang yang berbeda corak. Pasar ini banyak dijumpai pada sektor jasa dan perdagangan eceran. Misalnya jasa salon, angkutan, toko obat/apotik, dan toko kelontong.
Ciri –ciri dari pasar monopolistik :
·
Terdapat banyak penjual/produsen
yang berkecimpung di pasar.
·
Barang yang diperjual-belikan
merupakan differentiated product.
·
Para penjual memiliki kekuatan
monopoli atas barang produknya sendiri.
·
Untuk memenangkan persaingan setiap
penjual aktif melakukan promosi/iklan.
·
Keluar masuk pasar barang/produk
relatif lebih mudah.
No comments:
Post a Comment