Monday, April 8, 2019

PERTEMUAN KE- 6


MK. AGRIBISNIS PETERNAKAN
Nama              : Meilinda Sari
NIM                 : 160321100007
Kelas               : AGRIPET – B
Perkuliahan Tanggal 28.03.2019 ( 10.40-12.20)


Pertemuan ke _6
PEMASARAN DAN DISTRIBUSI PRODUK PETERNKAN

Ø  DEFINISI TATA NIAGA
      produksi adalah suatu proses pembuatan barang atau jasa
      konsumsi adalah suatu proses penggunaan dari barang atau jasa tersebut
      Tata niaga berada di antara faktor produksi dan konsumsi yang merupakan penghubung kedua faktor tersebut

Ø  Tahap perkembangan ekonomi Menurut Fredrich List ditinjau dari historis masyarakat:
      Tahap Savagery
Tahap  dimana  manusia  melakukan perburuan atau  pengumpulan barang yang terdapat di alam. Misal: perburuan binatang dan penebangan pohon di hutan.
      Tahap Postural Life
Tahap   dimana manusia melakukan pengumpulan barang dengan berburu secara pasif dan juga mulai melakukan usaha memproduksi tanaman pangan seperti umbi-umbian.
      Tahap Agriculture
Tahap  dimana  manusia sudah  melakukan kegiatan  memproduksi dan memelihara bahan pangan.
      Tahap Agriculture dan Manufacture
Tahap dimana manusia sudah melakukan kegiatan atau usaha bidang pertanian dan usaha bidang industri.
      Tahap Agriculture, Manufacture, dan Trade
Selain adanya perkembangan usaha-usaha di bidang pertanian dan industri, maka berkembang kegiatan perdagangan.

Ø  Menurut Hildebrant, ditinjau dari daerah hubungan kegiatan ekonomi :
      Tahap Barter Economy atau perekonomian natura.
Pada tahap ini kegiatan ekonomi yang dilakukan adalah tukar menukar (barter) atas kepemilikan barang yang satu dengan barang yang lainnya.
      Tahap Money Economy atau perekonomian memakai uang.
Pada  tahap  ini  pertukaran yang  dilakukan dengan cara  menukar barang dengan suatu nilai tertentu yang sudah disetarakan dalam bentuk nilai uang.
      Tahap Credit Economic atau perekonomian kredit.
Pada tahap ini selain sudah dilakukan pertukaran barang dengan suatu nilai dalam bentuk uang, juga sudah adanya kegiatan kelembagaan keuangan.

Ø  Menurut Karl Bucher, ditinjau dari jarak yang ditempuh barang dari titik konsumen ke titik produsen :
      Tahap Independent Domestic Economy
Tahap dimana terdapat usaha produksi untuk keperluan sendiri dan tidak terdapat tukar menukar barang.
      Tahap Town Economy
Tahap  dimana  terdapat  usaha  produksi  dan  pertukaran  barang dagangan antara produsen dan konsumen.
      Tahap National Economy
Tahap dimana terdapat usaha produksi dan pertukaran barang secara besar-besaran dan tersebar secara luas.

Ø  Secara Umum ada dua tahap perkembangan yaitu:
      Tahap Domestic Economy
Tahap dimana terdapat kegiatan memproduksi barang untuk keperluan sendiri dan tidak terjadi pertukaran. Kegiatan ekonomi antara produsen dan konsumen tidak dapat dibedakan, artinya proses produksi dengan proses konsumsi bersatu.
      Tahap Market Economy
Tahap dimana terdapat kegiatan memproduksi dan terjadi pertukaran barang. Pada tahap ini terlihat pula kegiatan produksi dengan kegiatan konsumsi.

Ø  AKTIVITAS EKONOMIK :
Definisi tata niaga dalam arti luas adalah gugus dari komponen aktivitas tingkah  laku  dan  ekonomik.  Komponen-komponen tersebut  mengkoordi- nasikan aktivitas ekonomik dari setiap tingkatan perlakuan mulai dari produsen sampai dengan konsumen. Dengan demikian, pada setiap tingkatan terdapat mata rantai yang akan mengalirkan barang atau jasa dari titik produsen sampai ke titik konsumen.

a)    Produksi (Production)
Kegiatan produksi peternakan dilakukan oleh peternak yang memelihara ternak. Lokasi peternakan tidak berada satu wilayah tetapi dapat tersebar di mana-mana. Skala ternak yang dipeliharanya bervariasi dari mulai jumlah sedikit sampai banyak. Jenis ternak yang dipelihara pun beragam. Demikian juga waktu pasca atau penjualan ternaknya tidak sama.
b)    Pengumpulan (Assembly)
Aktivitas atau kegiatan pengumpulan dilakukan oleh perorangan ataupun lembaga  sebagai  badan  usaha.  Belantik  ataupun  Patok  (istilah  di  Jawa Tengah dan Jawa Timur), bertindak sebagai pengumpul sapi potong dari peternak yang menjual sapinya. Belantik membawa sapi ke pasar hewan tingkat desa atau kecamatan. Kemudian dilakukan pengumpulan oleh pedagang pengumpul di tingkat kabupaten
c)    Pemrosesan (Processing)
Adanya  perkembangan  teknologi  hasil  pertanian  ataupun  peternakan serta perkembangan waktu dan selera konsumen menyebabkan terjadinya perkembangan dalam industri pemrosesan hasil pertanian atau peternakan. Selain dalam bentuk daging sapi segar, saat ini kita dapat memperoleh daging sapi dalam bentuk beku. Daging sapi beku dipotong sesuai potongan standar seperti daging has (sirloin), daging lamusin (caberoll), dan daging iga (rib meat), sehingga dapat disesuaikan dengan jenis olahan yang akan dibuat.
d)    Pedagang Besar (Whole Selling)
Hasil-hasil industri pengolahan produk peternakan dari industri pengolahan biasanya ditangani lebih lanjut oleh pedagang besar (whole selling). Pedagang besar mendistribusikan produk hasil peternakan kepada subdistributor ataupun agen sebagai grosir. Cakupan jaringan distribusi dapat berupa skala regional ataupun nasional.
e)    Pengecer (Retailing)
Subdistributor, agen ataupun grosir mendistribusikan produk peternakan ke  pengecer.  Saat  ini  di  kota-kota  besar  berkembang  kegiatan  tingkat pengecer yang modern, seperti supermarket dan hypermarket yang cukup bersaing dengan para pedagang pengecer tradisional karena memiliki sarana dan fasilitas yang lebih baik dan modern.
f)     Konsumsi (Consumption)
Konsumen adalah perorangan atau kelompok orang yang akan menggunakan produk yang dihasilkan. Ada beberapa penggolongan konsumen, yaitu:
      Konsumen langsung dan konsumen tidak langsung;
      Konsumen rumah tangga dan konsumen lembaga;
      Konsumen akhir dan konsumen dengan perantara.

Ø  MATA RANTAI TATA NIAGA
Mata rantai tata niaga merupakan saluran tata niaga yang akan menjembatani penyaluran barang/jasa dari mulai produksi sampai ke konsumen. Saluran tata niaga pertanian/peternakan bersifat unik/spesifik (uniqueness) dibandingkan saluran tata niaga non pertanian (industri/ pabrikan/manufaktur) karena produk pertanian mempunyai sifat yang unik juga seperti mudah rusak (perisable), mudah busuk, voluminous, dan bulky.

Ø  MANFAAT TATA NIAGA
a)    Manfaat Tata Niaga bagi Produsen
      merencanakan   pembelian   sarana   produksi   peternakan   (sapronak) sehingga  memperoleh kemudahan dan  keuntungan dengan  mengikuti sistem tata niaga tersebut;
      mengarahkan   produksi   dan   penjualan   hasil   produknya   sehingga mendapat keuntungan yang layak dari kesempatan peran tersebut;
      merencanakan investasi dan mengambil keputusan dalam usahanya.
b)    Manfaat Tata Niaga bagi Lembaga Niaga Perantara
      Merencanakan  dan  menentukan  tempat  serta  waktu  pembelian  atau penjualan produk yang diperdagangkannya.
      Menentukan kebijakan dalam pembiayaan perkreditan untuk modal kerja atau investasi.
      Memperlancar  proses   tata   niaga,   misalnya   memenuhi   permintaan konsumen dalam waktu, tempat, jumlah, dan kualitas serta harga yang sesuai.
c)    Manfaat Tata Niaga bagi Konsumen
            memilih dan menentukan pembelian  sejumlah  produk  berdasarkan  jenis/macam,  kualitas  produk, tempat pembelian, harga dan waktu yang diinginkan konsumen.
d)    Manfaat Tata Niaga bagi Pemerintah
      merencanakan program pengembangan produksi;
      mengimplementasikan program peningkatan produksi;
      merumuskan kebijakan harga;
      melakukan proyeksi  permintaan dan  penawaran  suatu  perkembangan harga.

Ø  Macam macam pasar
a. Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna disebut juga pasar persaingan murni adalah pasar di mana terdapat banyak penjual dan pembeli dan mereka sudah sama-sama mengetahui keadaan pasar.

Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna :
·         Jumlah penjual dan pembeli yang banyak
·         Produk yang di perdagangkan sama atau bisa di bilang homogen.
·         Pemerintah tidak ikut campur tangan dalam proses pembentukan harga.
·         Harga di tentukan mekanisme pasar permintaan dan penawaran
·         Posisi tawar konsumen kuat
·         Sensitif pada perubahan harga
·         Sulit mendapatkan keuntungan lebih / diatas rata-rata.

b. Pasar Persaingan Tidak Sempurna


Pasar persaingan tidak sempurna adalah kebalikan dari pasar persaingan sempurna yaitu pasar yang terdiri atas sedikit penjual dan banyak pembeli. Pada pasar ini penjual dapat menentukan harga barang. Barang yang diperjualbelikan jenisnya heterogen (berbagai jenis barang). Pasar persaingan tidak sempurna mempunyai beberapa bentuk pasar. Pasar persaingan tidak sempurna terdiri atas pasar monopoli, oligopoli, dan pasar persaingan monopolistik.

1) Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana hanya ada satu penjual/produsen yang berhadapan dengan banyak pembeli atau konsumen.

Pasar monopoli memiliki ciri-ciri:
·         Hanya ada satu produsen yang menguasai penawaran
·         Tidak ada barang substitusi/pengganti yang mirip
·         Produsen memiliki kekuatan menentukan harga
·         Tidak ada pengusaha lain yang bisa memasuki pasar tersebut karena ada hambatan berupa keunggulan perusahaan
Contoh : PT Pertamina (persero), PT Perusahaan Listrik Negara (persero), dan PT Kereta Api (persero).


b.  Pasar Oligopoli
 
Pasar oligopoli adalah pasar yang hanya terdiri atas beberapa penjual untuk suatu barang tertentu, sehingga antara penjual yang satu dengan yang lainnya bisa memengaruhi harga. Contoh: perusahaan menjual mobil dan sepeda motor, perusahaan rokok, industri telekomunikasi, dan perusahaan semen

Pasar Oligopoli memiliki ciri-ciri :
·         Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.
·         Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak
·         Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar

c.  Pasar  Monopolistik


Pasar persaingan monopolistis adalah pasar dengan banyak penjual yang menghasilkan barang yang berbeda corak. Pasar ini banyak dijumpai pada sektor jasa dan perdagangan eceran. Misalnya jasa salon, angkutan, toko obat/apotik, dan toko kelontong.

Ciri –ciri dari pasar monopolistik :
·         Terdapat banyak penjual/produsen yang berkecimpung di pasar.
·         Barang yang diperjual-belikan merupakan differentiated product.
·         Para penjual memiliki kekuatan monopoli atas barang produknya sendiri.
·         Untuk memenangkan persaingan setiap penjual aktif melakukan promosi/iklan.
·         Keluar masuk pasar barang/produk relatif lebih mudah.






No comments:

Post a Comment