Monday, April 8, 2019

PERTEMUAN KE- 7


MK. AGRIBISNIS PETERNAKAN
Nama              : Meilinda Sari
NIM                 : 160321100007
Kelas               : AGRIPET – B
Perkuliahan Tanggal 05.04.2019 ( 10.40-12.20)


Pertemuan ke _7
Manajemen Pengelolaan Resiko dan Analisis Kelayakan usaha
Ø  PENGERTIAN RISIKO
·         Risiko (Arthur & Richard, M.H) adalah suatu variasi dari hasil-hasil yang dapat terjadi selama periode tertentu.
·         Risiko (Soekarto) adalah ketidakpastian atas terjadinya suatu peristiwa.
·         Risiko (Herman Darmawi) adalah probabilitas sesuatu hasil/outcome yang berbeda dengan yang diharapkan.

Ø  KETIDAKPASTIAN
·         Risiko timbul karena ada ketidakpastian.
·         Kondisi yang tidak pasti karena beberapa sebab:
q  Tenggang waktu antara perencana suatu  kegiatan sampai akhir kegiatan.
q  Keterbatasan informasi
q  Keterbatasan pengetahuan /kemampuan /teknik pengambilan keputusan

Ø  Ketidakpastian dapat diklasifikasikan ke dalam
·         Ketidakpastian ekonomi: kejadian yg timbul akibat perilaku dari pelaku ekonomi, contoh: perubahan sikap konsumen, perubahan teknologi
·         Ketidakpastian alam: ketidakpastian karena alam, contoh: badai, banjir, gempa, kebakaran.
·         Ketidakpastian manusia: ketidakpastian oleh karena manusia, contoh: perang, pembunuhan, pencurian

Ø  MACAM RISIKO MENURUT SIFATNYA
·         Risiko murni adalah risiko yg apabila terjadi tentu menimbulkan kerugian & tanpa disengaja, misalnya: kebakaran, bencana alam, pencurian
·         Risiko spekulatif adalah risiko yang sengaja ditimbulkan oleh yang bersangkutan, agar terjadi ketidakpastian memberikan keuntungan kepadanya, misalnya: risiko hutang piutang, perjudian
·         Risiko fundamental adalah risiko yang penyebabnya tidak dapat dilimpahkan kepada seseorang & yg menderita tidak hanya satu misalnya: banjir, angin topan
·      Risiko khusus adalah risiko yang bersumber pada peristiwa mandiri & umumnya mudah diketahui penyebabnya, misalnya: kapal kandas, peswat jatuh
·      Risiko dinamis adalah risiko yang timbul karena kemajuan masyarakat dibidang ekonomi, ilmu & teknologi. Kebalikannya Risiko statis seperti hari tua, risiko kematian

Ø  DAPAT TIDAKNYA RISIKO DIALIHKAN
·         Risiko yang dapat dialihkan kepada pihak lain, dengan mempertanggungkan suatu objek yang akan terkena risiko kepada perusahaan asuransi
·         Risiko yang tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, umumnya semua jenis risiko spekulatif

Ø  MENURUT SUMBER/PENYEBAB TIMBULNYA
·         Risiko intern yaitu risiko yang berasal dari dalam perusahaan sendiri, seperti kecelakaan kerja, mismanajemen
·         Risiko ekstern yaitu risiko yang berasal luar perusahaan , seperti risiko pencurian, persaingan.

Ø  MANAJEMEN RISIKO
·         Suatu proses mengidentifikasi, mengukur risiko serta membentuk strategi untuk mengelolanya melalui sumber daya yang tersedia
·         Manajemen risiko mencakup kegiatan merencanakan, mengorganisir, menyusun, memimpin dan mengawasi/mengevaluasi program penanggulangan risiko.

Ø  TAHAP-TAHAP DALAM MANAJEMEN RISIKO
·         Identifikasi risiko
·         Analisis risiko
·         Pengelolaan risiko
·         Implementasi manajemen risiko
·         Monitoring

Ø  IDENTIFIKASI RISIKO
·         Proses ini meliputi identifikasi resiko yang mungkin terjadi dalam suatu aktivitas usaha.
·         Identifikasi resiko secara akurat dan komplet sangatlah vital dalam manajemen resiko.
·         Salah satu aspek penting dalam identifikasi resiko adalah mendaftar resiko yang mungkin terjadi sebanyak mungkin.
·         Teknik teknik yang dapat digunakan dalam identifikasi resiko antara lain Brainstorming, Survei, Wawancara, Informasi historis, Kelompok kerja dll

Ø  ANALISIS RISIKO
·         Stlh melakukan identifikasi resiko m/ tahap berikutnya ad pengukuran resiko dgn cara melihat potensial terjadinya seberapa besar severity kerusakan & probabilitas terjdnya risiko.
·         Penentuan probabilitas terjdnya suatu event sangatlah subyektif  &  berdasarkan nalar/ pengalaman. Beberapa risiko memang mdh u/ diukur namun sangatlah sulit untuk memastikan probabilitas suatu kejadian yg sgt jarang terjadi.
·         Shg pd tahap ini sangatlah penting u/ menentukan dugaan yg terbaik agar nantinya kita dapat memprioritaskan dengan baik dalam implementasi perencanaan manajemen resiko

Ø  PENGELOLAAN RISIKO
Beberapa jenis cara mengelola resiko
·         Risk avoidance
Yaitu memutuskan untuk tidak melakukan aktivitas yang mengandung resiko sama sekali. Dalam memutuskan untuk melakukannya maka harus dipertimbangkan potensial keuntungan dan potensial kerugian yang dihasilkan oleh suatu aktivitas
·         Risk reduction
Disebut juga risk mitigation yaitu mrpk metode yg mengurangi kemungkinan terjadinya suatu risiko/pun mengurangi dampak kerusakan yang dihasilkan oleh suatu risiko
·         Risk transfer
Yaitu memindahkan resiko kepada pihak lain, umumnya melalui suatu kontrak asuransi maupun hedging
·         Risk deferral
Dampak suatu resiko tidak selalu konstan. Risk deferral meliputi menunda aspek suatu proyek hingga saat dimana probabilitas terjadinya resiko tersebut kecil
·         Risk retention
Walaupun risiko tertentu dapat dihilangkan dengan cara mengurangi maupun mentransfernya namun beberapa resiko harus tetap diterima sebagai bagian penting dari aktivitas

Ø  Kerangka Kerja Manajemen Risiko
Proses manajemen risiko yang akan dilakukan oleh para manajer diletakkan dalam suatu kerangka kerja agar berjalan efektif
o   Memahami rantai risiko; melakukan analisa lingkungan untuk menetapkan konteks yang ada hubungannya dengan risiko, seperti masalah politik, ekonomi, sosial dan budaya
o   Menetapkan atau mengkaji toleransi risiko, posisi dan perilaku para stakeholder
o   Memahami peristiwa yang pernah diambil perusahaan yang dapat merugikan
o   Melakukan penilaiaan atas risiko dan pengendalian yang ada
o   Menyusun tanggapan atas risiko yang ada
o   Menetapkan aktifitas pengendalian
o   Mengkomunikasikan risiko dan manajemen risiko
o   Melakukan pemantauan terhadap risiko dan pengelolaannya

Ø  Budaya Manajemen Risiko
·         Keberhasilan mengkomunikasikan dan mengintegrasikan manajemen risiko dalam sebuah organisasi tidak terletak pada tekniknya akan tetapi tergantung pada manusia pengambil dan pengelola risiko tersebut
·         Ada banyak pegawai, banyak karakter, sikap (attitude) dan keterampilan yang berbeda dalam bank menuntut adanya budaya organisasi dimana setiap orang harus menjadi manajer risiko karena setiap pegawai bertanggung jawab atas kegiatan dan hasil kerjanya
·         Pengembangan budaya manajemen risiko jauh lebih penting dibandingkan membangun sebuah kebijakan dan prosedur yang paling komplit karena pengelolaan risiko harus di implantasikan kepada setiap orang dari jenjang paling bawah sampai pada jenjang paling atas

Ø  Langkah untuk membangun budaya risiko:
·         Membentuk Satuan Kerja Manajemen Risiko sebagai pusat untuk membangun dan menyebarluaskan kebijakan dan prosedur risiko keseluruh jenjang organisasi
·         Menyusun manual kode etik
·         Merekrut pegawai yang memiliki sikap yang baik untuk memberikan pelayanan yang terbaik
·         Menjadikan manajemen risiko sebagai syarat untuk menduduki semua posisi manajemen
·         Menerapkan sanksi bagi pelaksana atau pengambil risiko
·         Memberikan insentif guna mendorong pegawai mengelola risiko dengan baik
·         Menerapkan seperangkan aturan agar pegawai tidak berani mengambil risiko yang berlebihan
·         Memasukkan penilaian kinerja mengelola risiko kedalam proses penilaian kinerja pegawai
·          



No comments:

Post a Comment