Tuesday, March 19, 2019

pertemuan ke 5


MK. AGRIBISNIS PETERNAKAN
Nama              : Meilinda Sari
NIM                 : 160321100007
Kelas               : AGRIPET – B
Perkuliahan Tanggal 26.02.2019 ( 10.40-12.20)


Pertemuan ke _5

PENGENDALIAN PRODUKSI PETERNAKAN
Pengendalian adalah Proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai atau Proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan. “proses pemantauan aktivitas untuk menjamin bahwa standar dapat terlaksana sebagaimana yang direncanakan dan melakukan langkah koreksi terhadap penyimpangan yang berarti.” Standar adalah pedoman yang ditetapkan sebagai dasar untuk pengukuran kapasitas, kuantitas, isi, nilai, biaya, kualitas, dan kinerja. Secara kualitatif maupun kuantitatif, standar merupakan pernyataan mengenai hasil yang diharapkan tepat, eksplisit, dan formal.
Fungsi :
1.    Mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan atau kesalahan dengan melakukan pengendalian secara rutin disertai adanya ketegasan-ketegasan dalam pengawasan, yakni dengan pemberian sanksi yang sewajarnya terhadap penyimpangan yang terjadi.
2.    Memperbaiki berbagai penyimpangan yang terjadi. Jika penyimpangan telah terjadi, hendaknya pengendalian dapat mengusahakan cara-cara perbaikan.
3.    Mendinamisasikan organisasi. Dengan adanya pengendalian maka diharapkan sedini mungkin dapat dicegah adanya penyimpangan, sehingga unit organisasi selalu dalam keadaan bekerja secara efektif dan efesien.
4.    Mempertebal rasa tanggung jawab. Dengan adanya pengendalian dari pihak manajemen, maka karyawan diharapkan memiliki rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diembannya.
Jenis :
1.    Metode Pengendalian Umpan Maju (Mengantisipasi masalah sebelum terjadi).
2.    Metode Pengendalian Berjalan atau Bersamaan (Mengelola masalah pada saat terjadi).
3.    Metode Pengendalian Umpan Balik (Mengelola masalah setelah terjadi).

Proses pengendalian
·         Penetapan standard dan metoda untuk  pengukuran prestasi (evaluasi kinerja).
·         Pengukuran prestasi/Kinerja Nyata.
·         Membandingkan kinerja nyata dengan standar yang ditetapkan.
·         Mengambil tindakan jika diperlukan, terutama apabila prestasi di bawah standar.
Langkah-langkah proses pengendalian adalah :
1.    Menetapkan alat pengukur (standar);
a.    Standar phisik
b.    Standar moneter
c.    Standar waktu
2.    Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan;
a.    Berapa kali pelaksanaan seharusnya diukur
b.    Dalam bentuk apa pengukuran akan dilakukan
c.    Siapa yang akan terlibat
3.     Pengukuran pelaksanaan kegiatan;
a.    Pengamatan (observasi)
b.    Laporan-laporan baik lisan dan tertulis
c.    Metode-metode otomotis, pengujian (test)
4.    Pembandingan pelaksanaan dengan standar dan analisa penyimpangan;
Mengidentifikasi penyebab-penyebab terjadinya penyimpangan
5.    Pengambilan tindakan koreksi;
a.    Mengubah standar
b.    Mengubah penguluran pelaksanaan
c.    Mengubah cara dalam menganalisa
Ciri-Ciri Pengendalian yang Efektif
      Akurat
      Tepat waktu
      Objektif dan komprehensif
      Dipusatkan pada titik pengendalian strategis
      Ekonomis
      Realistis  dari organisasi.
      Fleksibel
      Perspektif dan operasional
      Diterima oleh anggota organisasi
Pengertian Pengawasan
Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut. (Schermerhorn,2002)
Pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktifitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah direncanakan .(Stoner,Freeman,&Gilbert,1995)


         Tiga Faktor Penting Dalam Usaha Peternakan
            1. BIBIT /BREEDING
            2. PAKAN
            3. MANAJEMEN:
                        a. Perkandangan
                        b. Kesehatan
                        c. Pengelolaan
Kartu Catatan Produksi
Kartu catatan produksi yaitu kartu yang mencatat data produksi individu ternak, berisi data tanggal kawin, melahirkan , berat lahir anak, jumlah anak,jenis kelamin anak, nama induk, nama bapak, nama pejantan, pertumbuhan anak (pbb), dan sebagainya. Mencatat ciri - ciri ternak , Memudahkan dalam seleksi, terutama dalam memilih bibit , Memudahkan dalam manajemen reproduksi , sehingga efisiensi reproduksi dapat dicapai secara optimum, Dapat mengetahui bobot badan ternak dengan mudah  , Dengan adanya catatan produksi memudahkan dalam melakukan culling
   




Tuesday, March 12, 2019

Pertemuan ke - 4



MK. AGRIBISNIS PETERNAKAN
Nama              : Meilinda Sari
NIM                 : 160321100007
Kelas               : AGRIPET – B
Perkuliahan Tanggal 26.02.2019 ( 10.40-12.20)


Pertemuan ke _4
MANAJEMEN PRODUKSI PETERNAKAN
Ø  Pengertian Manajemen dan Manajemen Usaha Peternakan
“Manajemen merupakan ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan semua sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan secara efektif & efisien”. Manajemen usaha peternakan adalah suatu ilmu tentang upaya manusia untuk memanfaatkan semua sumber daya bidang peternakan yang dimilikinya untuk mencapai tujuan usaha secara efektif & efisien”. Manajemen usaha peternakan (Farm management) berbeda dengan manajemen pada umumnya (Non Farm Management.
Ø  Unsur-unsur Manajemen Terdiri dari 6 M yaitu :
       Man (Manusia), misal: Tenaga kerja (karyawan, buruh)
       Material (Barang), misal: Bahan baku, bahan pelengkap, spare part
       Machine (Mesin)
       Money (uang/ modal)
       Method (Metode)
       Market (pasar)

Ø  Adapun Fungsi manajemen adalah :
       Perencanaan (Planning),
       Pengorganisasian (Organizing),
       Pengkoordinasian (Coordination),
       Pengarahan (Directing),
       Motivasi (Motivation),
       Komunikasi (Communication),
       Kepemimpinan, Penanggungan Resiko Pengambilan Keputusan (Decision Making)
       Pengawasan / Pengendalian (Controlling)

Ø  Fungsi Manajemen Usaha Peternakan:
Keberhasilan usaha sangat dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu : Faktor bahan Baku (Breeding dan Feeding) dan Faktor Pengelolaan yaitu manajemen. Manajemen usaha menyangkut manajemen budidaya (manajemen pakan, kandang, tenaga kerja, penyakit) serta manajemen pengolahan hasil peternakan dan pemasaran.
Ø  Fungsi manajemen usaha peternakan dapat dikelompokkan menjadi 4 bagian :
       Manajemen dipandang sebagai pekerjaan (Job)
Pekerjaan (job) dalam manajemen menyangkut perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi usaha peternakan. Sistem ini berlaku secara kontinyu dan tidak bisa dihentikan.
       Manajemen dipandang sebagai factor produksi (Resource)
Faktor produksi dalam manajemen usaha peternakan ini menyangkut SDM.
       Manajemen dipandang sebagai prosedur atau tahapan.
Konsep manajemen sebagai prosedur mencakup problem solving method. Problem solving method meliputi perumusan masalah, pengumpulan data dan fakta, Tabulasi – evaluasi dan analisis data, Pengambilan keputusan dan Pelaksanaan keputusan.
       Manajemen dipandang sebagai The Game of Life.
Manajemen dipandang sebagai The Game of Life yaitu sukses sangat tergantung satu factor yaitu You sebagai Manager. Konsep game yang memberikan pengertian “saya menang lawan  kalah harus dirubah menjadi bila saya menang maka setiap orang akan menang yaitu bisnisnya, peternaknya, pemerintahnya serta masyarakatnya”.

Ø  Pengertian istilah Usaha Tani dan Usaha Peternakan :
Ilmu Usaha Tani adalah suatu ilmu terapan yang membahas dan mempelajari atau membahas tentang bagaimana membuat atau menggunakan sumberdaya pertanian secara efektif dan efisien  Secara umum bidang Pertanian menyangkut : Budidaya tanaman Pertanian, Budidaya Peternakan, Budidaya Perikanan, Budidaya Perkebunan, Kehutanan dan lain-lain yang berorientasi pada makhluk hidup seperti Biologi, Bioteknologi.
       Animal Husbandry adalah Beternak dalam arti luas meliputi komponen memelihara, merawat, mengatur kehidupan, mengatur perkawinan, mengatur kelahiran, penjagaan kesehatan serta mengambil manfaatnya.
       Animal Breeding adalah Beternak dalam arti sempit yang hanya menitikberatkan pada usaha mengatur perkembangbiakan seperti mengatur perkawinan, pemilihan bibit, menjaga kemandulan dan kebuntingan serta kelahiran.
       Cross Breeding adalah Perkawinan antara hewan/ternak yang berbeda bangsanya (Breed) dimana masing-masing adalah bangsa murni.
       Grading Up adalah suatu sistem breeding dimana pejantan murni (biasanya didatangkan dari tempat lain) dikawinkan dengan betina lokal. Sesudah itu keturunannya yang betina dikawinkan pula dengan pejantan murni itu. Hasil-hasil anakan yang jantan terus disingkirkan sampai pada titik tingkat genetik tertentu, sehingga hasil akhir akan diperoleh betina dan pejantan Unggul. Nama yang umum dimasyarakat kalau masih dalam taraf grading up adalah Peranakan.
       Close Breeding / Inbreeding adalah Sistem perkawinan antar individu yang masih erat hubungan kekeluargaannya.
       Line Breeding adalah In Breeding yang diarahkan pada suatu sifat Individu yang disukai.
       Line-crossing adalah persilangan antara lines baik dalam bangsa yang sama ataupun antar bangsa yang berbeda.
Ø  Karakteristik Peternakan
Karakteristik Ternak adalah Usaha / Industri yang dikendalikan oleh manusia dimana mencakup 4 komponen yaitu : Manusia sebagai subyek, Ternak sebagai obyek, lahan/tanah sebagai basis ekologi dan teknologi sebagai alat untuk mencapai tujuan.  
Karakteristik Usaha dinamis, dimana usaha peternakan harus dikaji dengan analisis dinamis dengan referensi waktu dan penuh dengan ketidakpastian.
Karakteristik Produk peternakan adalah karakteristik hasil utama maupun sampingan usaha peternakan. Yaitu Fragile (mudah pecah secara fisik), Perishable (mudah rusak secara kimiawi dan biologi), Quality variation ( Tingkat Variasi yang tinggi dalam kualitas produk) serta Bulky ( Nilai ekonomis hasil samping berlawanan dengan hasil utama).
Karakteristik Produksi Peternakan adalah faktor-faktor produksi usaha peternakan yang jumlahnya relatif banyak serta dominansi pengaruh lingkungan yang besar.
Karakteristik sistim Usaha Peternakan terdiri dari Sistem Intensif (Modal dan teknologi tinggi/banyak dengan tenaga kerja rendah/sedikit) serta sistem Ektensif (Modal dan teknologi rendah/sedikit dengan tenaga kerja tinggi/banyak). Jadi yang Intensif respon supply rendah sedangkan ektensif respon suplly tinggi.  
Karakteristik tipe ternak berdasarkan penggunaan pakan yaitu Ternak Non Ruminansia (Berperut tunggal) dan Ternak Ruminansia (Berperut ganda).
Ø  Ternak-ternak yang dibudidayakan oleh manusia dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok yaitu:
      Ternak Unggas (Class Aves biasanya Meat type dan Egg type) antara lain Ayam (Gallus domesticus), Itik (Anas planthyrynchos), Entog (Cairina moschata), Angsa (Anser anser) dan Kalkun (Melegris galopavo).
      Ternak Potong (Class Mamalia biasanya Meat type) antara lain Ternak Potong Besar : Sapi (Bos species), Kerbau (Buballus bubalis), Kuda (Equs caballus), Keledai (Equs asinus), Zebra (Equs hipotigris) dan Unta (Camell dromedarius). Ternak Potong Kecil : Kambing (Capra species), Domba (Ovis species), Babi (sus species).
      Ternak Perah (Class Mamalia biasanya Milk type) antara lain Sapi Perah, Kerbau Perah, Kuda Perah, Kambing Perah dan Unta Perah.
      Aneka Ternak adalah ternak-ternak yang tidak dalam satu class antara lain : Kelinci (Lepus cuniculus), Lebah (Apis species), Puyuh (Coturnix coturnix), Bekicot, Walet, Kodok dll.


Tuesday, March 5, 2019

pertemuan ke 3


MK. AGRIBISNIS PETERNAKAN
Nama              : Meilinda Sari
NIM                 : 160321100007
Kelas               : AGRIPET – B
Perkuliahan Tanggal 26.02.2019 ( 10.40-12.20)


Pertemuan ke _3
SISTEM AGRIBISNIS (SUBSISTEM HULU)

Informasi yang di ambil dari video :
Informasi yang di dapat dengan video yang di tampilkan . bisa di lihat dari ke 3 video sama-sama membahas atau menampilkan terkait peternakan sapi yaitu sapi potng atau perah dari ke 3 video tersebut informasi yang saya dapat yaitu lebih ke peternakan yang ada di Indonesia . sekarang sudah ada tempat ternak yang sudah menerapkan sistem yang modern seperti tempat ternak yang ada di malang jawa timur Indonesia. Sudah ada sistem yang modern di sana namun yan sangat di sayangkan kepemilikan perusahaan ternak tersebut di miliki oleh perusahaan luar.namun, dengan adanya tempat ternak modern tersebut semua peternak-peternak di indoesia dapat terpacu untuk mengembangkan peternakan mereka lebih maju lagi dengan perkembangan zaman yang ada .
JUDUL 
Sistem Agribisnis Peternakan (Subsistem Hulu Peternakan Ayam Pedaging )
PENDAHULUAN
Pembangunan subsektor peternakan merupakan bagian integral dari pembangunan sektor pertanian dalam arti luas yang bertujuan untuk pemenuhan pangan dan gizi serta menambah pendapatan (kesejahteraan) Masyarakat. Hal ini dapat diwujudkan dengan menggalakkan pembangunan pertanian dengan sistem agribisnis yang berbasis peternakan; dimana pembangunan dengan sistem agribisnis ini diharapkan dapat meningkatkan populasi, produktifitas, kualitas, pemasaran dan efisiensi usaha ternak, baik yang dikelola secara mandiri maupun secara kemitraan. Pembangunan sistem agribisnis berbasis peternakan mencakup 4 subsistem yaitu: subsistem agribisnis hulu peternakan yakni kegiatan ekonomi yang menghasilkan sapronak yang menggunakan sapronak untuk menghasilkan komoditi peternakan primer; subsistem agribisnis hilir peternakan yakni kegiatan ekonomi yang mengolah komoditi peternakan primer menjadi produk olahan dan subsistem jasa penunjang yang dibutuhkan ketiga subsistem agribisnis yang lain (Saragih, 2001).
Untuk artikel kali ini lebih membahas tentang Subsistem agribisnis hulu. Subsistem agribisnis Hulu (upstream agribusiness) adalah kegiatan ekonomi yang menghasilkan (industri hulu) dan perdagangan sarana produksi pertanian primer (seperti industri pupuk, obat-obatan, bibit/benih, alat dan mesin pertanian, etc.), (Bungaran Saragih). Penyediaan sarana produksi, menyangkut kegiatan-kegiatan pengadaan dan penyaluran sarana produksi pertanian yang didasarkan pada perencanaan dan pengelolaannya sehingga sarana produksi tersebut memenuhi kriteria 5 tepat, yaitu tepat, (1) waktu, (2) jumlah, (3) jenis, (4) mutu, dan (5) produk.
Peningkatan jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun berdampak pada peningkatan konsumsi produk peternakan (daging, telur, susu). Meningkatnya kesejahteraan dan tingkat kesadaran masyarakat akan pemenuhan gizi khususnya protein hewani juga turut meningkatkan angka perminataan produk peternakan. Daging banyak dimanfaatkan oleh masyarakat karena mempunyai rasayang enak dan kandungan zat gizi yang tinggi. Salah satu sumber daging yangpaling banyak dimanfaatkan olehmasyarakat Indonesia adalah ayam.Daging ayam yang sering dikonsumsi oleh masyarakat diperoleh dari pemotongan ayam broiler, petelur afkir, dan ayam kampung.
Daging ayam merupakan daging favorit di negara kita, karena hampir semua orang indonesia suka makan daging ayam. Sehingga berbisnis ternak ayam potong merupakan peluang yang sangat bagus untuk dikembangkan. Permintaan terhadap produk peternakan meningkat setiap tahun seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk serta meningkatnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengkonsumsi pangan yang bergizi.
PEMBAHASAN
Peran pakan ternak untuk kelangsungan suatu budidaya ternak.  Pakan ternak adalah makanan atau asupan yang di berikan kepada hewan ternak atau hewan peliharaan. Pakan ternak merupakan faktor sangat penting dalam kegiatan budidaya di sektor peternakan. Oleh arena itu, pemelihan pakan ternak secara tepat sangat menentukan keberhasilan usaha ternak tersebut. Namun secra umum, semua ternak membutuhkan pakan dan nutrisi berimbang agar pertumbuhan dan perembangannya dapat optimal karena ebutuhan nutrisi terna tida bisa terpenuhi dengan pemberian satu jenis paan saja . maka variasi atau keragaman jenis paan juga harus di perhatikan dalam pemberian pakan ternak.
Para peternak ayam tentu sudah mengetahui bahwa pakan ayam broiler memiliki pengaruh yang besar terhadap hasil panen. Memberikan pakan yang berkualitas merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam beternak ayam broiler. Selain memberikan pakan yang berkualitas, peternak juga perlu mengetahui pakan apa yang sesuai dengan usia dan kebutuhan ternaknya. Sama halnya dengan ternak lainnya, ayam potong atau ayam broiler memerlukan pakan yang berkualitas untuk meningkatkan pertumbuhan berat badan serta daya tahan tubuhnya. Selain berkualitas, kuantitas pakan ayam broiler juga memberikan andil yang cukup besar dalam pertumbuhan ternak. Bagi semua makhluk hidup, pakan memiliki peranan yang sangat penting dalam sumber energi untuk pemeliharaan tubuh, pertumbuhan, dan perkembangbiakan.
Dalam usaha peternakan ayam broiler, dapat dikatakan bahwa porsi terbesar biaya ditempati oleh pakan ayam broiler yang dapat mencapai 70% dari keseluruhan biaya. Meskipun memiliki porsi yang besar dalam biaya keseluruhan, pemberian pakan yang berkualitas sangat berpengaruh terhadap hasil panen. Hal inilah yang membuat peternak selalu mengusahakan untuk memberikan pakan ayam broiler yang terbaik untuk ternak ayam yang dipelihara.
Pakan yang diberikan pada ayam broiler merupakan pakan ternak dengan rasio yang lengkap. Pakan ayam broiler pada umumnya diberikan dalam bentuk crumble untuk fase starter dan pellet untuk periode pertumbuhan (grower). Pakan ayam broiler yang diberikan sebaiknya memiliki kandungan nutrisi yang tinggi sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ ADG) tinggi.  Apabila peternak memilih untuk memberikan pakan ayam broiler buatan pabrik, peternak harus memastikan secara teliti bahwa pabrik pembuat pakan ayam broiler tersebut benar-benar memberikan pakan ayam yang berkualitas. Hal ini disebabkan karena kualitas pakan yang diberikan kepada ternak dapat menentukan kualitas ternak itu sendiri.
Pemberian pakan ayam broiler yang sesuai dengan kebutuhan akan lebih efektif dan efisien sehingga menghasilkan ayam broiler yang berkualitas. Ayam broiler dapat dikatan sehat dan berkualitas apabila memiliki kondisi sebagai berikut:
–    gerakan ayam termasuk lincah dan aktif
–    memiliki nafsu makan dan minum yang baik
–    mata dan muka ayam cerah (tidak terlihat mengantuk)
–    sayap tidak jatuh dan posisi kepala terangkat dengan baik
–    memiliki bulu cerah berminyak, tidak kusam, dan tidak berdiri
–    ayam dapat berdiri dengan tegak, memiliki kaki yang kokoh, serta bentuk tubuh yang proporsional
–    berat badan sesuai dengan standar atau usia
Ayam yang sehat ini akan menghasilkan daging potong yang sehat dan berkualitas untuk dapat dikonsumsi masyarakat. Daging potong yang sehat, segar, dan berkualitas akan memberikan kebutuhan gizi masyarakat. Beberapa manfaat yang didapat dari mengonsumsi daging ayam yang sehat antara lain sebagai peningkat sistem kekebalan tubuh atau sistem imun, menjaga keseimbangan kolesterol, memperkuat tulang dan menambah massa otot, meningkatkan nafsu makan, menghilangkan stress, meningkatkan metabolisme tubuh, dan masih banyak lagi. Manfaat daging ayam sehat ini dapat diperoleh dengan dukungan dari faktor selama dalam masa peternakan yaitu dalam segi pakan.
Kendala dan tantangan yang di hadapi oleh peternakan ayam pedaging serta cara penyelesaiannya akan di bahas di bawah ini :
1. Membutuhkan modal yang besar
Sudah bukan rahasia lagi bahwa Ternak ayam potong membutuhkan modal yang besar apalagi buat yang baru mulai dari awal, yaitu seperti biaya pembuatan kandang, sewa lokasi kandang, biaya pembelian bibit, serta untuk biaya operasional, seperti biaya pakan, bayar gaji pegawai, biaya vaksin dan obat-obatan lainnya. Jadi jika modal anda masih pas-pasan, sebaiknya urungkan dulu niat anda untuk membuka usaha ini, atau gunakan untuk membuka usaha yang lain dulu ya!!!..
2. Menentukan lokasi kandang
Lokasi kandang juga menjadi factor yang sangat penting untuk diperhatikan, karena jika tidak akan berdampak buruk bagi kelangsungan usaha ini, seperti dampak yang akan terjadi pada lingkungan serta pada ayam ternak itu sendiri, yaitu pilihlah lokasi yang tenang, jauh dari sumber kebisingan, serta jauh dari pemukiman.
3. Pemeliharaan yang rumit
Ternak ayam broiler berbeda dengan Ternak ayam petelur atau Ternak ayam kampung, karena membutuhkan perawatan yang sangat intensif, yaitu mulai dari pemilihan bibit, pemberian pakan, menjaga suhu kandang, serta menjaga kebersihan kandang.
4. Ayam mudah stress dan terserang penyakit
Daya tahan tubuh ayam potong sangat rendah, sehingga ayam mudah stress, bahkan bisa menyebabkan kematian, serta rentan terserang penyakit, baik itu yang disebabkan karena virus dan bakteri, ataupun karena factor lingkungan.
5. Suhu kandang yang tinggi
Dalam ternak ayam potong anda harus selalu memperhatikan suhu udara dalam kandang, karena jika suhu udara terlalu tinggi, dikhawatirkan ayam banyak minum tapi sedikit makan atau nafsu makan berkurang, sehingga dapat menghambat pertumbuhannya. Anda bisa menyiasatinya dengan membuat ventilasi udara tambahan, agar pertukaran udara lebih baik, sehingga suhu udara tetap sejuk dan nafsu makan ayam bertambah, atau bisa juga menambahkan porsi makan pakan saat malam hari, untuk mengganti porsi makan pada siang hari.
6. Pemberian ransum kurang tepat

Pemeliharaan ayam ras pedaging sering terkendala oleh tidak stabilnya nafsu makan ayam yang bisa disebabkan oleh berbagai faktor, tetapi bagaimanapun juga, peternak dituntut untuk membuat nafsu makan ayam broiler tetap tinggi dan stabil sehingga pertumbuhannya normal dan bobot badannya terus naik. Ada beberapa cara untuk meningkatkan nafsu makan ayam diantaranya:
A.   Pakan tidak diberikan sekaligus
Pemberian pakan untuk jatah satu hari sebaiknya tidak anda berikan sekaligus, namun harus diatur, misalnya dengan memberikannya empat kali sehari, agar pakan tidak berceceran, dan pakan selalu segar, sehingga nafsu makannya stabil.
B.   Pilih ransum yang berkualitas
Sebisa mungkin pakan yang diberikan pada ayam berbentuk pelet atau butiran, serta memiliki kualitas yang bagus, karena ayam potong lebih menyukai pakan yang berbentuk butiran daripada yang berbentuk tepung, dan agar nutrisi yang dibutuhkan ayam tercukupi.
C.   Air minum selalu tersedia
Karena kebiasaan ayam broiler yang selalu minum sehabis makan, jadi pasokan air minum harus selalu tersedia sepanjang waktu, dan dalam keadaan bersih.
7. Angka kematian yang tinggi
Angka kematian dalam ternak ayam ras pedaging memang cukup tinggi, baik itu yang disebabkan karena penyakit ataupun stress, kematian ayam semasa dalam pemeliharaan sebenarnya adalah hal yang wajar terjadi dalam peternakan ayam broiler. Akan tetapi setiap peternak harus berupaya untuk menekan angka kematian pada ayam broiler seminim mungkin, sedangkan angka kematian atau mortalitas yang masih dianggap wajar yaitu berada pada angka 3-5%.
Cara untuk menekan angka kematian pada ternak ayam potong
·         Menjalankan pengelolaan dengan baik,
·         Menggunakan bibit yang unggul dan bagus,
·         Memberikan ransum yang berkualitas dan jumlahnya sesuai,
·         Serta memberikan vaksin ataupun obat-obatan sesuai dosis yang dibutuhkan.
8. Gas amoniak yang tinggi
Amonia merupakan hasil metabolisme dalam tubuh ayam yang terakumulasi dalam bentuk feses (kotoran) dan urine (air kencing), amonia dapat terakumulasi dalam bentuk gas berkonsentrasi tinggi. Kadar amonia yang terlalu tinggi di dalam kandang biasanya disebabkan oleh sirkulasi udara yang kurang baik, atau bisa juga karena banyaknya ayam yang mengalami mencret dan kotorannya tidak segera dibersihkan, sehingga terjadi fermentasi, kondisi tersebut akan makin parah bila alas litternya jarang diganti dan dibiarkan mengeras dan lembab. Gejala yang dapat terjadi apabila kelebihan kadar amonia adalah: mata berair, kelopak mata lengket, dan ayam tampak sering menggosok-gosokkan matanya pada sayap.

Dampak negatif dari kadar amonia yang terlalu tinggi adalah :
  • Efisiensi penggunaan ransum tidak maksimal,
  • Laju pertumbuhan ayam menjadi berkurang,
  • Mutu/kualitas karkas menjadi rendah,
  • Daya tahan tubuh ayam menurun, sehingga mudah terserang penyakit, terutama penyakit pernafasan seperti bronchitis,
  • Bisa juga menyebabkan munculnya radang selaput kornea mata.
Cara mencegah atau mengurangi konsentrasi gas amonia dalam kandang
  • Kandang harus sering dibersihkan dan diberi disinfektan,
  • Kotoran ayam harus segera dibersihkan apabila sudah mulai terlihat banyak dan dibuang di tempat khusus atau bak penampungan kotoran,
  • Lantai litter harus dijaga agar selalu bersih, kering, tidak lembab, tidak berdebu, dan tidak menggumpal,
  • Jika lantai litter sudah kotor atau tidak layak harus segera dibuang dan diganti dengan yang masih segar,
  • Jumlah ayam yang dimasukkan ke dalam kandang harus sebanding dengan luas kandangnya,
  • Tambahkan ventilasi agar pertukaran udara menjadi lebih baik dan udara tetap sejuk,
  • Apabila menggunakan lantai berupa tanah yang dikeraskan, sebaiknya tanah dicampur dengan pasir dan kapur agar bisa menyerap air dan menetralisir ammonia.