Tuesday, March 19, 2019

pertemuan ke 5


MK. AGRIBISNIS PETERNAKAN
Nama              : Meilinda Sari
NIM                 : 160321100007
Kelas               : AGRIPET – B
Perkuliahan Tanggal 26.02.2019 ( 10.40-12.20)


Pertemuan ke _5

PENGENDALIAN PRODUKSI PETERNAKAN
Pengendalian adalah Proses untuk menjamin bahwa tujuan-tujuan organisasi dan manajemen tercapai atau Proses untuk memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan. “proses pemantauan aktivitas untuk menjamin bahwa standar dapat terlaksana sebagaimana yang direncanakan dan melakukan langkah koreksi terhadap penyimpangan yang berarti.” Standar adalah pedoman yang ditetapkan sebagai dasar untuk pengukuran kapasitas, kuantitas, isi, nilai, biaya, kualitas, dan kinerja. Secara kualitatif maupun kuantitatif, standar merupakan pernyataan mengenai hasil yang diharapkan tepat, eksplisit, dan formal.
Fungsi :
1.    Mencegah terjadinya penyimpangan-penyimpangan atau kesalahan dengan melakukan pengendalian secara rutin disertai adanya ketegasan-ketegasan dalam pengawasan, yakni dengan pemberian sanksi yang sewajarnya terhadap penyimpangan yang terjadi.
2.    Memperbaiki berbagai penyimpangan yang terjadi. Jika penyimpangan telah terjadi, hendaknya pengendalian dapat mengusahakan cara-cara perbaikan.
3.    Mendinamisasikan organisasi. Dengan adanya pengendalian maka diharapkan sedini mungkin dapat dicegah adanya penyimpangan, sehingga unit organisasi selalu dalam keadaan bekerja secara efektif dan efesien.
4.    Mempertebal rasa tanggung jawab. Dengan adanya pengendalian dari pihak manajemen, maka karyawan diharapkan memiliki rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diembannya.
Jenis :
1.    Metode Pengendalian Umpan Maju (Mengantisipasi masalah sebelum terjadi).
2.    Metode Pengendalian Berjalan atau Bersamaan (Mengelola masalah pada saat terjadi).
3.    Metode Pengendalian Umpan Balik (Mengelola masalah setelah terjadi).

Proses pengendalian
·         Penetapan standard dan metoda untuk  pengukuran prestasi (evaluasi kinerja).
·         Pengukuran prestasi/Kinerja Nyata.
·         Membandingkan kinerja nyata dengan standar yang ditetapkan.
·         Mengambil tindakan jika diperlukan, terutama apabila prestasi di bawah standar.
Langkah-langkah proses pengendalian adalah :
1.    Menetapkan alat pengukur (standar);
a.    Standar phisik
b.    Standar moneter
c.    Standar waktu
2.    Penentuan pengukuran pelaksanaan kegiatan;
a.    Berapa kali pelaksanaan seharusnya diukur
b.    Dalam bentuk apa pengukuran akan dilakukan
c.    Siapa yang akan terlibat
3.     Pengukuran pelaksanaan kegiatan;
a.    Pengamatan (observasi)
b.    Laporan-laporan baik lisan dan tertulis
c.    Metode-metode otomotis, pengujian (test)
4.    Pembandingan pelaksanaan dengan standar dan analisa penyimpangan;
Mengidentifikasi penyebab-penyebab terjadinya penyimpangan
5.    Pengambilan tindakan koreksi;
a.    Mengubah standar
b.    Mengubah penguluran pelaksanaan
c.    Mengubah cara dalam menganalisa
Ciri-Ciri Pengendalian yang Efektif
      Akurat
      Tepat waktu
      Objektif dan komprehensif
      Dipusatkan pada titik pengendalian strategis
      Ekonomis
      Realistis  dari organisasi.
      Fleksibel
      Perspektif dan operasional
      Diterima oleh anggota organisasi
Pengertian Pengawasan
Pengawasan adalah proses dalam menetapkan ukuran kinerja dan pengambilan tindakan yang dapat mendukung pencapaian hasil yang diharapkan sesuai dengan kinerja yang telah ditetapkan tersebut. (Schermerhorn,2002)
Pengawasan adalah proses untuk memastikan bahwa segala aktifitas yang terlaksana sesuai dengan apa yang telah direncanakan .(Stoner,Freeman,&Gilbert,1995)


         Tiga Faktor Penting Dalam Usaha Peternakan
            1. BIBIT /BREEDING
            2. PAKAN
            3. MANAJEMEN:
                        a. Perkandangan
                        b. Kesehatan
                        c. Pengelolaan
Kartu Catatan Produksi
Kartu catatan produksi yaitu kartu yang mencatat data produksi individu ternak, berisi data tanggal kawin, melahirkan , berat lahir anak, jumlah anak,jenis kelamin anak, nama induk, nama bapak, nama pejantan, pertumbuhan anak (pbb), dan sebagainya. Mencatat ciri - ciri ternak , Memudahkan dalam seleksi, terutama dalam memilih bibit , Memudahkan dalam manajemen reproduksi , sehingga efisiensi reproduksi dapat dicapai secara optimum, Dapat mengetahui bobot badan ternak dengan mudah  , Dengan adanya catatan produksi memudahkan dalam melakukan culling
   




No comments:

Post a Comment